Bekerja Optimal, Pahala Maksimal, Strategi "Double Track" ASN Pengadilan Agama Pulang Pisau di Bulan Ramadhan Tahun 1447 H

-

Bekerja Optimal, Pahala Maksimal, Strategi "Double Track" ASN Pengadilan Agama Pulang Pisau di Bulan Ramadhan Tahun 1447 H

Pulang Pisau | pa-pulangpisau.go.id

Pulang Pisau- Ramadhan bukan sekadar perpindahan jam makan, melainkan momentum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membuktikan bahwa produktivitas kerja dan kualitas ibadah bisa berjalan beriringan. Di lingkungan Pengadilan Agama Pulang Pisau, para pegawai mulai menerapkan strategi khusus agar kewajiban melayani masyarakat menjadi ladang pahala yang melimpah.

Berikut adalah rangkuman tips dan trik bekerja optimal sekaligus meraih keberkahan maksimal selama bulan suciRamadhan menurut Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Pulang Pisau:

1. Menata Niat: Transformasi Pelayanan Menjadi Dakwah

Trik utama bekerja optimal dimulai dari pikiran. Mengubah pola pikir dari "bekerja untuk gaji" menjadi "bekerja untuk ibadah" adalah kunci energi tanpa batas.

2. Strategi "Prioritas Pagi" (High Concentration)

Karena kadar gula darah paling stabil di pagi hari, ASN disarankan menyelesaikan tugas-tugas berat yang membutuhkan ketelitian tinggi—seperti penyusunan Berita Acara Sidang (BAS) atau analisis hukum pada pukul 08.00 hingga 11.00..

3. Ritual "Power Nap" dan Efisiensi Istirahat

Waktu istirahat Dzuhur yang biasanya digunakan untuk makan siang, kini dialihkan untuk ibadah dan pemulihan fisik dengan menggunakan sisa waktu istirahat untuk tadarus Al-Qur'an. Target "Satu Hari Satu Juz" (One Day One Juz) menjadi lebih ringan jika dicicil di sela-sela waktu kantor

4. Menjaga Lisan dan Integritas (Puasa Berkualitas)

Bagi ASN peradilan, menjaga integritas adalah bentuk puasa yang sesungguhnya. Menghindari ghibah (gosip) di ruang kerja atau menolak segala bentuk gratifikasi adalah ujian nyata, karena Menjaga lisan dari hal sia-sia akan meningkatkan derajat puasa dari sekadar "lapar dan haus" menjadi puasa khusus (puasanya orang-orang beriman).

5. Digital Detox untuk Fokus Akhirat

Batasi penggunaan media sosial selama jam kantor dan waktu luang di rumah. Gunakan ponsel hanya untuk keperluan pekerjaan dan komunikasi penting dengan mengalihkan waktu scrolling aplikasi Al-Qur'an atau podcast kajian singkat yang menyejukkan hati akan membuat hati tetap tenang saat menghadapi beban kerja yang tinggi.

Selain itu juga ibu Hj Norbaiti berujar Jangan biarkan puasa menjadi alasan untuk lesu. Justru dengan perut kosong, hati kita harus lebih jernih dalam melayani masyarakat. Inilah esensi dari ASN yang BerAKHLAK dan bertaqwa.

“C.A.T( Cepat, Aktual, dan Terpercaya), NB/Timred”